Wednesday, 25 December 2013

SKOR PELANGGARAN TATA TERTIB SISWA



SKOR PELANGGARAN TATA TERTIB SISWA
NAMA SEKOLAH
TAHUN PELAJARAN ……………….
NO.
JENIS PELANGGARAN
SKOR
I.
1.
2.
3.
4.

5.
6.

II.
1.
2.
3.
4.
5.

6.

III.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
KEHADIRAN
Datang terlambat
Tidak mengikuti upacara
Tidak masuk sekolah tanpa keterangan
Meninggalkan sekolah saat jam pelajaran (pulang sebelum waktunya) tanpa seijin pihak sekolah
Tidak mengikuti kegiatan ekstra kurikuler tanpa keterangan
Tidak mengikuti kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di sekolah tanpa keterangan

PAKAIAN DAN PENAMPILAN
Memakai pakaian seragam tidak sesuai ketentuan
Seragam / atribut tidak lengkap
Memakai seragam tidak rapi / tidak dimasukkan
Membuat tulisan / gambar pada seragam sekolah
Berambut panjang, menggunakan pewarna rambut, bertindik, memakai giwang, bertato (siswa putra)
Berpakaian ketat, bersolek dan memakai perhiasan yang berlebihan (siswa putri)

KETERTIBAN
Tidak membawa buku sesuai pelajaran
Tidak mengerjakan tugas pelajaran / sekolah
Tidak mengikuti pelajaran tanpa ijin
Membuat gaduh di kelas
Mengganggu kelas lain saat pelajaran berlangsung
Membawa makanan / minuman ke dalam kelas
Mengaktifkan HP saat proses belajar mengajar
Keluar kelas saat pergantian jam pelajaran
Tidak melaksanakan piket kelas / kerja bakti
Membuang sampah tidak pada tempatnya
Membawa makanan / makan di dalam kelas
Melakukan corat-coret pada meja, kursi, pagar, tembok, dan fasilitas lain milik sekolah (harus membersihkan)
Merusak sarana prasarana sekolah (harus mengganti)
Masuk / keluar lokasi sekolah melalui jalan yang tidak dibenarkan
Bersikap tidak sopan pada guru, karyawan dan tamu
Berpacaran
Mengambil atau meminta barang siswa lain secara paksa (malak)
Berkata kotor / jorok
Membawa / merokok di sekolah
Membawa / membaca (buku, majalah, poster, HP, CD) yang berbau porno
Membawa / menggunakan senjata tajam / api
Membawa / menggunakan narkoba dan minuman keras
Membawa HP berkamera
Membawa sepeda motor
Berkelahi di lingkungan sekolah
Terlibat tawuran antar sekolah
Berbuat asusila atau melanggar tata krama pergaulan
Berbuat tindak kriminal
Hamil / menghamili
Mencemarkan nama baik sekolah
Memprovokasi siswa lain untuk melakukan pelanggaran

5
7
10
7

5
5


5
5
5
5
5

5


5
5
7
5
5
5
5
5
5
5
5
5

10
10
5
25-50
15
5
20-50
20-50
30-100
30-100
10
10
15
30
30-100
20-100
100
20-100
20-50
Kepala Sekolah,




NAMA KEPALA SEKOLAH 
NIP. ………………………….. 


Download File Doc. Disini

Tuesday, 24 December 2013

KLIPING SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA



 KLIPING SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA






 

 DISUSUN OLEH : 
ANDIKA A.
KELAS : XI


SMA NEGERI 1 MANTUP 
TAHUN PELAJARAN 2013/2014




KATA  PENGANTAR

Puji syukur Alhamdullillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas Ridho, dan rahmat-Nya lah, penulis dapat menyelesaikan dan membuat kliping ini, yang penulis beri judul “Kliping Sistem Pemerintahan Indonesia”.
Penulis juga berterima kasih kepada Bapak, dan Ibu guru pembimbing, yang telah membantu penulis agar dapat menyelesaikan kliping ini, walaupun penulis tau bahwa kliping ini masih banyak kekurangan.
Didalam kliping ini penulis menyajikan tentang apa saja yang berhubungan dengan system pemerintah Indonesia misal: pengertian system pemerintahan Indonesia dan lain sebagainya. Yang kami rangkum didalam kliping ini.
Maka daripada itu penulis berharap melalui kliping ini para pembaca bisa mengerti, menghindari sikap-sikap diskriminasi yang tidak sesuai dengan akhlak terpuji yang telah diajarkan.
Penulis memohon maaf, apabila kliping ini masih banyak kekurangannya. Penulis juga masih mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca kliping ini.

Lamongan,    Juni 2013
Penulis,

 

 

 

 

SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA

 

Setiap negara memiliki sistem untuk menjalankan kehidupan permerintahannya. Sistem tersebut adalah sistem pemerintahan. Ada beberapa macam sistem pemerintahan di dunia ini. Setiap sistem pemerintahan memiliki kelebihan dan kekurangan, karakteristik, dan perbedaan masing-masing sistem. Sebelum lebih jauh membahas tentang Sistem Pemerintahan Indonesia, akan lebih baik lagi jika didahului dengan memahami beberapa hal dibawah ini.
Klik untuk membaca lebih lanjut.

Sistem Pemerintahan dari Awal Kemerdekaan
Sistem Pemerintahan Indonesia pada waktu awal kemerdekaan menganut sisten pemerintahan presidensial.
Berdasarkan Undang-undang Dasar 1945 maka Presiden memiliki kekuasaan tertinggi dan dibantu oleh menteri-menteri sebagai pembantu presiden yang diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Pada tanggal 12 September 1945 dibentuklah Kabinet Presidensial( Kabinet RI I) dengan 12 departemen dan 4 menteri negara. Selain itu wilayah Indonesia yang begitu luas dibagi menjadi 8 provinsi dan 2 daerah istimewa yang masing-masing wilayah dipimpin oleh gubernur.
Sistem Presidensial pernah berganti Sistem Parlementer yang dipimpin oleh kepala pemerintahan Perdana Menteri. Perdana Menteri Pertama Indonesia adalah Sutan Syahrir. Berubahnya sistem pemerintahan di Indonesia pada saat itu adalah pengaruh kuat dari kaum sosialis (KNIP). Selain itu Indonesia pada awal kemerdekaan juga masih belajar tentang bagaimana menjalankan pemerintahan. Dengan sistem parlementer ini maka Di Indonesia saat itu memiliki DPR yang anggotanya dipilih oleh rakyat. Sistem ini juga memungkinkan adanya banyak partai. Maksud dari sistem ini adalah untuk membatasi kewenangan presiden. Jika pada sistem presidensial kabinet bertanggungjawab kepada presiden maka sistem parlementer, Presiden bertanggungjawab kepada parlemen/DPR.
Sebenarnya sistem parlementer ini adalah sebuah penyimpangan ketentuan UUD 1945 yang menyebutkan "pemerintahan harus dijalankan menurut sistem kabinet presidensial, dimana menteri sebagai pembantu presiden".
Karena sering mengalami kegagalan kabinet, dan banyak menimbulkan gerakan-gerakan pemberontakan yang menyebabkan stabilitas negara terganggu, Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit pada 5 Juli 1959 yang isinya antara lain mengembalikan konstitusi ke UUD 1945 dan bentuk pemerintahan kembali ke sistem presidensial.

Silahkan Download Disini File Document

KLIPING PERISTIWA 10 NOVEMBER



KLIPING
PERISTIWA 10 NOVEMBER DI SURABAYA









 





Disusun oleh :
1.       Eko Fajar .P                                         6.  Yanuar Farid
2.      Abdul Rokim                                         7.  Adi Pranoto
3.      Ahmad Syaiful Rizal                            8.  Samsul Huda
4.      Muhammad Bagja KS.                         9.  M. Fauzul Khafi
5.      Yuan Novendi Z.                                   10.     



SMK NEGERI 1 KEMLAGI
TAHUN PELAJARAN 2013/2014





KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami, sehingga kami berhasil menyelesaikan Kliping ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “PERISTIWA 10 NOVEMBER”.
Kliping ini berisikan tentang peristiwa 10 November yang terjadi di Surabaya. Diharapkan Kliping ini dapat memberikan referensi kepada kita semua tentang peristiwa 10 November. Kami menyadari bahwa kliping ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan kliping ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan kliping ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Kemlagi,   Oktober 2013
Tim Penulis,






PERISTIWA 10 NOVEMBER

Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Kronologi penyebab peristiwa
1.      Kedatangan Tentara Jepang ke Indonesia
Tanggal 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian tanggal 8 Maret 1942, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang berdasarkan Perjanjian Kalijati. Setelah penyerahan tanpa syarat tesebut, Indonesia secara resmi diduduki oleh Jepang.

2.      Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus 1945. Dalam kekosongan kekuasaan asing tersebut, Soekarno kemudian memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

3.      Kedatangan Tentara Inggris & Belanda
Setelah kekalahan pihak Jepang, rakyat dan pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945. Tentara Inggris datang ke Indonesia tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) atas keputusan dan atas nama Blok Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan perang yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Namun selain itu tentara Inggris yang datang juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintahan Belanda sebagai negeri jajahan Hindia Belanda. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris untuk tujuan tersebut. Hal ini memicu gejolak rakyat Indonesia dan memunculkan pergerakan perlawanan rakyat Indonesia di mana-mana melawan tentara AFNEI dan pemerintahan NICA.

4.      Insiden di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya


Hotel Oranye di Surabaya tahun 1911.
Setelah munculnya maklumat pemerintah Indonesia tanggal 31 Agustus 1945 yang menetapkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia, gerakan pengibaran bendera tersebut makin meluas ke segenap pelosok kota Surabaya. Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru / Hotel Yamato (bernama Oranje Hotel atau Hotel Oranye pada zaman kolonial, sekarang bernama Hotel Majapahit) di Jl. Tunjungan no. 65 Surabaya.
Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch. Ploegman pada sore hari tanggal 18 September 1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara. Keesokan harinya para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia, hendak mengembalikan kekuasan kembali di Indonesia, dan melecehkan gerakan pengibaran bendera Merah Putih yang sedang berlangsung di Surabaya.

Download File Document Lengkap Disini