Sunday, 31 March 2013

Makalah Perikanan


MAKALAH GEOGRAFI 
TENTANG PERIKANAN






NAMA KELOMPOK :
1. DIKA SONY .P
2. M. BASHOFI .R
3. M. PRIYAGUNG .T.A.D
4. M. ROBIN EGA




SMA/SMK/MA SE MANTUP 
TAHUN PELAJARAN 2013/2014 



KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah, merupakan satu kata yang sangat pantas penulis ucakan kepada Allah STW, yang karena bimbingannyalah maka penulis bisa menyelesaikan sebuah makalah geografi berjudul "Perikanan".
Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dalam jangka waktu tertentu sehingga menghasilkan karya yang bisa dipertanggungjawabkan hasilnya. Saya mengucapkan terimakasih kepada pihak terkait yang telah membantu saya dalam menghadapi berbagai tantangan dalam penyusunan makalah ini.
Saya menyadari bahwa masih sangat banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karna itu saya mengundang pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan makalah ini.
Terima kasih, dan semoga makalah ini bisa memberikan sumbangsih positif bagi kita semua.

Mantup,    Februari 2013
Penulis, 

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Klasifikasi Ikan Nila Gift
2.2 Habitat Ikan Nila
2.3 Perkembangbiakan
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Pembahasan
3.1.1 Persiapan Kolam
3.1.2 Penebaran Benih
3.1.3 Pemeliharaan
3.1.4 Pemanenan
BAB III PENUTUP
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Sumber daya alam di Indonesia cukup melimpah dan luas termasuk dalam bidang kelautan dan perikanan, namun dalam pemanfaatan dan pengelolaan yang kurang optimal mengakibatkan banyak penangkapan dan penjaraan secara liar. Potensi perairan di Negara kita jika di ambil terus-manerus,maka lama-kelamaan akan habis. Menanggulangi hak tersebut, sekarang lagi diupayakan pembudidayaan perairan di Negara kita pemanfaatan sumber daya perairan yang optimal sangat di perlukan.
Ikan nila bersal dari benua Afrika, namun sekarang telah tersebar dan berkembang secara alami di berbagai belahan dunia. Ikan nila dapat dipelihara di kolam, waduk keramba jaring apung, sawah, tambak, dan perairan lainnya, ikan nila dapat dibudidayakan secara monokultur atau polikultur dan terpadu dengan ternak.
Permintaan dan kebutuhan ikan dunia terus meningkat dari tahun ke tahun, sebagai akibat pertambahan penduduk dan perubahan konsumi masyarakat ke arah protein hewani yang lebih sehat. Sementara itu pasokan ikan dari hasil penangkapan cenderung semakin berkurang, dengan adanya kecenderungan semakin meningkatnya gejala kelebihan tangkap dan menurunnya kualitas lingkungan, terutama wilayah perairan tempat ikan memijah, mengasuh dan membesarkan anak. Di Indonesia gejala overfishing terjadi pada hampir seluruh perairan Barat Indonesia, kecuali bagian Barat Sumatera dan Selatan Jawa.
Guna mengatasi keadaan ini, maka pengembangan budidaya perairan merupakan alternatif yang cukup memberikan harapan. Hal ini didukung oleh potensi alam Indonesia.Budidaya ikan  berpeluang besar menjadi tumpuan bagi sumber pangan hewani di masa depan,

1.2 Tujuan
Mahasiswa mampu membudidayakan ikan nila
Agar mahasiswa mampu menerapkan ke masyarakat
Sebagai syarat untuk mengikuti UTS




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Klasifikasi ikan nila Gift
        Menurut klasifikasi yang terbaru ( 1982 ) nama ilmiah ikan nila ialah oreochromis niloticus. Nama  oreochromis menurut klasifikasi yang berlaku sebelumnya di sebut tilapia. Perubahan klasifikasi tersebut dipelopori oleh Dr, Trewavas ( 1980 ) dengan membagi Genus Tilapia menjadi tiga genus berdasarkan prilaku kepedulian induk terhadap telur dan anak–anaknya. Golongan ikan ini memiliki sifat yang unit setelah memijah. Induk betina mengerami telur-telur yang telah di buahi di dalam rongga mulutnya. Perilaku ini biasa di sebut juga dengan istilah mouth breeder ( pengeraman telur dalam mulut ).
Ide Dr. Trewaves telah di sepakati oleh ahli ikan sehingga pembagian genus itu adalah sebagai berikut ;
  Genus Oreochromis
Pada Genus Oreochromis induk ikan betina mengerami telur di dalam rongga mulut dan mengasuh sendiri anak–anaknya. Anggota genus ini adalah  Oreochromis hunteri, Oreochromis niloticus, Oreochromis mosambicus, Oreochromis aureus, dan  Oreochromis spilurus
  Genus Sarotherodon
Pada Genus Sarotherodon induk jantanlah yang mengerami telur dan mengasuh anaknya. Contohnya adalah Sarotherodon  melanotherodon dan Sarotherodon galilaeus.
  Genus Tilapia
Ikan dalam Genus Tilapia memijah dan menaruh telurnya pada suatu tempat atau benda induk jantan dan betina bersama–sama atau bergantian menjaga telur dan anak–anaknya .Contohnya Tilapia Spermanii, Tilapia rendalli, Tilapia zilli.
Klasifikasi dari ikan nila itu sendiri adalah sebagai berikut :
Filum : Chordata
Sub Filum : Vertebrata
Kelas : Osteichthyes
Sub kelas : Acanthopthrii
Ordo : Percomorphii
Sub ordo : Percoidea
Famili : Cichlidae
Genus : Oreochromis
Jenis : Oreochromis niloticus

Setiap species memiliki ciri–ciri khas, pada ikan  nila adalah garis vertical yang bewarna gelap di sirip ekor sebanyak enam buah. Garis vertical itu juga terdapat pada sirip punggung dan siri[ dubur. Sedangkan ikan mujair tidak mempunyai garis–garis vertical di ekor, sirip punggung dan sirip dubur ( Suyanto 1994 )

2.2 Habitat ikan nila
Seperti ikan air tawar pada umumnya, nila gift hidup di tempat–tempat yang airnya agak dangkal, ikan nila termasuk ikan yang sangat tahan terhadap perubahan lingkungan hidup. Nila dapat hidup di air tawar, air payau dan di air sedikit asin. Ikan nila yang ukuran lebih kecil lebih tahan terhadap perubahan suhu di bandingkan ikan yang ukuran besar.
Keadaan suhu optimal untuk nila gift 25–30o C, pH 7-8 , oksigen terlarut 3-5 ppm.oleh karena
Oleh karna itu ikan nila lebih cocok di pelihara di dataran rendah sampai ketinggian 500 m dari permukaan laut ( Suyanto 1994 ).

2.3 Perkembangbiakan
Ikan nila yang masih kecil masih belum tampak perbedaan alat kelaminnya. Baru setelah berat badannya telah mencapai 50gr baru dapat di lihat perbedaan kelaminnya sedangkan ikan nila yang berumur 4–5 bulan ( 100gr–200gr ) sudah mulai kawin dan bertelur
  Ciri–ciri ikan nila jantan adalah sebagai berikut :
  Warna ikan gelap dari ikan betina. Bila tiba waktunya untuk memijah, bagian sirip berwarna merah cerah. Sifatnya mejadi lebih galak dari ikan nila jantan lainnya.
  Alat kelaminnya berupa tonjolan di belakang lubang anus. Pada tonjolan tersebut terdapat lubang untuk mengeluarkan sperma.
  Tulang rahang melebar kebelakang yang memberi kesan kokoh.

  Ciri–ciri induk ikan nila betina sebagai berikut :
  Alat kelamin berupa tonjolan di belakang lubang anus. Namun pada tonjolan itu ada dua lubang yang di depan untuk mengeluarkan telur, sedangkan lubang yang di belakang untuk mengeluarkan air seni.
  Warna tubuh lebih cerah dibandingkan dengan ikan nila jantan dan gerakannya lebih lambat,.
Ikan nila dapat memijah sepanjang tahun. Bila induk–induk ikan di pelihara dangan baik dan di beri pakan yang baik maka ikan nila dapat memijah setiap 1,5 bulan sekali. Secara alami ikan nila biasanya bisa memijah setelah turun hujan. Ikan ini dapat memijah tanpa persyaratan yang khusus, tidak perlu pengeringan kolam terlebih dahulu ( Ir Abbas siregar Djarijah 2006 )
Bila telah tiba saatnya memijah, ikan jantan  tersebut membuat sarang berbentuk cekungan di dasar kolam. Diameter cekungan antara 30–50 cm sesuai dengan besar ikan. Lalu ikan jantan menjemput ikan betina masuk kedalam cekungan tadi. Kemudian ikan betina mengeluarkan telurnya dan pada saat yang sama ikan jantan mengeluarkan spermanya. Dan pembuahan terjadi di dalam cekungan (Suyanto 1994).



BAB III
PEMBAHASAN

3.2 Pembahasan
Untuk mendapatkan ikan nila berkualitas baik, perlu di persiapkan kolam yang baik pula, sebab dangan kolam yang baik, Ikan merasa sesuai  dengan kehidupannya, sehingga akan cepat pertumbuhannya. Beberapa kegiatan yang perlu di lakukan untuk menciptakan kondisi tersebut adalah sebagai berikut :

3.2.1. Persiapan Kolam
Dalam mempersiapkan kolam pembesaran kita perlu melakukan sebagai batikut
A) Pengeringan Dasar kolam
Pengeringan dasar kolam di lakukan selama 3–7 hari sampai dasar kolam menjadi retak–retak. Pengeringan ini bertujuan untuk :
Menghilangkan senyawa beracun, dan membasmi hama penyakit
Memperbaiki struktur tanah menjadi gembur sehingga dapat membuat kolam tersebut menjadi subur.

B) Perbaikan Pematang dan pengelolahan tanah dasar kolam
Perbaikan pematang apabila ada pematang yang rusak atau ada yang bocor, kemudian di lanjutkan dengan kegiatan pengolahan tanah dasar, di lakukan dengan cara membajak atau menyangkul. Kegiatan ini bertujuan untuk
Memperbaiki bagian kolam yang rusak sehingga dapat berfungsi sebagai mana mestinya.
Menggemburkan dasar kolam sehingga mudah membentuk Lumpur
Membenamkan bahan organic yang ada  kolam

C). Pemupukan dan pengapuran
Pemupukan dan pengapuran bertujuan untuk
Menyediakan unsur hara bagi plankton yang menjadi makanan bagi ikan.
Menyediakan tempat tumbuhnya pakan alami
Membunuh hama penyakit dan parasit ikan
Menaikan pH tanah yang ada.

Pemupukan di lakukan sesuai dengan ketentuan,. Cara pemberian pupuk kandang biasa ditebar secara merata didasar kolam dengan dosis 250 g/m2 . Sedangkan untuk pupuk TSP dengan disis 10 g/m2 dan UREA dengan dosis 15 g/m2 disebar pada dasar kolam.

D). Pengairan Kolam
Pengairan kolam ikan dilakukan setelah bagian di atas selesai. Ketinggian air yang diperlukan antara 45-75cm. setelah kolam diisi air kemudian dibiarkan selama 5-7 hari agar kolam ditumbuhi plankton . tanda–tanda

3.2.2. Penebaran benih
Benih ikan nila di tebar setelah kondisi kolam benar-benar telah memenuhi syarat. Penebaran ikan di lakukan pada pagi atau sore hari di waktu suhu rendah sehingga ikan  tidak terjadi stres Benih ikan dapat di tebar di kolam jika komdisi kolam telah memenuhi syarat sebagai berikut :kedalaman air dapat di pertahankan 60–75cm. Air sudah di tumbuhi plankton atau makan alami kualitas airnya baik dengan kriteria kandungan oksigen terlarut minimal 4 ppm, pH air 6–8, suhu air 23–30cm. penebaran ikan di lakukan dengan cara Aklimatisasi  yaitu Penyesuaian suhu air pada wadah benih dengan suhu kolam. Aklimatisasi  dilakukan selama 15–30 menit sampai suhu air pada wadah benih sama dengan suhu di kolam. Pelepasan benih di lakukan dengan cara memiringkan wadah benih hingga benih keluar sendiri dari wadahnya.
3.3.3. Pemeliharaan
Pemberian pakan
Pada prinsipnya pemberian pakan memiliki dua tujuan yaitu sebagai makanan tambahan dan sebagai makan utama,.Sebagai makanan tambahan, pakan atau pellet hanya sebagai pelengkap dari makanan alami yang ada di kolam umumnya cara ini dilaksanakan  pada budidaya ikan pada taraf semi intensif. Lain halnya jika pakan betul–betul menjadi andalan utama yang berperan dalam menaikan produksi, sehingga dosis, mutu, waktu dan cara pemberian pakan dikelola dengan cermat dan teliti.
Jadwal penentuan pakan juga menentukan keberhasilan usaha budidaya ikan. Sebelum memberikan pakan kita harus melihat kebiasaan makan ikan itu sendiri. Apabila ikan yang kita pelihara bersifat nocturnal, maka presentasi pakan pada malam hari harus lebih besar dari siang hari. Frekuensi pemberian pakan pada budidaya ini adalah 3 kali sehari, yaitu pagi, siang dan sore hari bobot pemberian pakan 3–5% dari berat total biomassanya.
Syarat untuk terpenuhinya cara pemberian pakan yang baik ialah merata, dalam arti diusahakan agar tiap individu memperoleh bagian yang sama karena diasumsikan ukuran ikan yang dibudidaya sama/seragam, paling tidak pada saat penebaran. Pemberian yang merata bisa menghindari terjadinya kompetisi dalam mendapatkan makanan dan mengendalikan sifat kanibalisme. Metode yanag digunakan pada pemberian pakan ialah dengan menebar secara merata pada lapisan permukaan kolam.

Pemupukan susulan
Pemupukan ulang dengan pupuk kandang dilakukan dua bulan sekali dengan takaran 250g/m2, sedangkan pemupukan ulang urea dan TSP dilakukan setiap minggu dengan takaran masing-masing 2,5g/m2 dan 1,25g/m2 selama masa pemeliharaan.
3.3.4.Pemanenan
Hal–hal yang berkaitan dengan pemanenan yang perlu di perhatikan agar tidak mengalami kegagalan  dapat di hindari seminim mungkin, maka harus di perhatikan cara panen, waktu panen, dan metodenya harus tepat.

Pemilihan macam alat yang di gunakan harus di sesuaikan, karena menggunakan alat tergantung dari ukuran ikan yang akan di panen, jumlah ikan yang di panen, jumlah tenaga yang tersedia, metode yang digunakan harus efisien dan efektif. Jenis alat yang di gunakan Dalam kegiatan pemanenan ikan adalah Hapa, seser, dll. 




BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan 
Berdasarkan hasil yang kami dapatkan maka kami simpulkan :
1) Pembesaran ikan nila di pengaruhi oleh suhu , karena semakin tinggi suhu  semakin cepat proses pencernaan  dan semakin banyak ikan makan  maka akan semakin cepat pertumbuhannya,begitu sebaliknya semakin rendah suhu maka napsu makan ikan semakin menurun.
2) Dalam melakukan pembesaran ikan maka dasar kolam harus diolah terlebih dahulu sebelum melakukan penebaran benih ikan.
3) Penebaran benih ikan, jika menebar benih ikan sebaiknya terlebih dahulu di lakukun aklimatisasi.

4.2 Saran
Di dalam usaha kegiatan pembesaran ikan hal–hal yang perlu diperhatikan adalah 
1) Dalam melakukan pembesaran sebaiknya kualitas air harus setiap hari di lakukan pengontrolan.
2) Jenis ikan yang di pelihara harus sesuai dengan lingkungan sekitar agar berkembang dengan baik.


DAFTAR PUSTAKA

Suyanto. H. 1998. Budidaya ikan di pekarangan. Penerbit swadaya. Jakarta.
Zulkifli jangkaru. 1994. Pembesaran ikan air tawar. Penebar swadaya 2004. Jakarta.
Ir abbas siregar djarijah. 2002. Budidaya ikan nila Gift.Kanisius. Yogjakarta






Sunday, 18 November 2012


KATA PENGANTAR

Tengadah jemari kehadirat illahi robi Allah SWT, Shalawat beserta salam semoga tercurah limpahkan kepada junjunan alam Habibana Wanabiyana Muhammad SAW. Berkat rahmat dan karunia kami dapat menyusun dan menyekesaikan makalah ini dengan judul ‘SEKS BEBAS’
Adapun isi dari makalah ini dikatakan sempurna ,bahkan kami menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat pada makalah ini.
Maka dari itu kami mohon maaf atas kekurangan kami ini,harap maklum karena kami masih dalam tahap belajar.Selain itu kami senantiasa terbuka untuk menerima masukan guna penyempurnaan makalah di masa yang akan datang.
Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Mantup,   Oktober 2012 











DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB 1      PENDAHULUAN 1
1.1        Latar belakang 1
1.2        Identifikasi masalah 1
1.3        Tujuan penulisan 1
BAB 2    ISI DAN PEMBAHASAN 2
2.1   Sejarah seks bebas 2
2.2   Pengertian seks bebas 2
2.3   Macam-macam peyimpangan 3
2.4   Seks bebas di kalangan remaja 4
2.5   Dampak dan akibat 6
2.6   Penanggulangan 8
BAB 3   PENUTUP 10
3.1     Kesimpulan 10
3.2     Saran 10







BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang penulisan
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak bias lepas dari yang disebut seks. Karena dari situ awal sebuah kelangsungan hidup lewat reproduksi.
Namun saat ini seks tidak lagi dipandang seperti itu. Kata seks sudah diartikan negative dan menyimpang dari makna sebenarnya.
Bahkan dunia remaja sekaramg sudah rentan sekali dengan seks bebas.terutama bagi mereka yang berpacaran.
Karena itu kami tertarik untuk menjadikannya sebagai tema dari makalah ini.
1.2 Identifikasi Masalah
Adapun identifikasi dalam penyusunan makalah ini adalah:
1. Bagaimana sejarah seks bebas
2. Apa pengertian seks bebas
3. Apa saja macam-macam seks bebas
4. Apa dampak / akibat seks bebas
5. Bagaimana penanggulangan perilaku seks bebas
1.3 Tujuan Penulisan
1. Tujuan umum
Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Penjaskes
2. Tujuan Khusus
• Mengetahui pengertian seks bebas
• Mengetahui macam-macam seks bebas
• Mengetahui bahaya seks bebas di kalangan remaja
• Mengetahui akibat perilaku seks bebas
• Mengetahui cara-cara penaggulangan seks bebas


BAB 2
ISI DAN BAHASAN

2.1 Sejarah seks bebas
Revolusi seks yang mencuat di Amerika Serikat dan Eropa pada tahun 1960-an seolah sudah merambah kesini melalui piranti teknologi,informasi,dan sarana hiburan yang makin canggih,bintang-bintang porno,film baru Amerika kini dengan gampang bias dinikmati melalui alat pemutar VCD dan DVD.
Dilihat dari literature sejarah perilaku seks bebas sudah pernah menjadi tradisi dalam masyarakat zaman zahiliyah dulu. Zaman dimana kondisi masyarakat arab pra islam yang sangat tenggelam dalam “ Tanah Lumpur “ kebodohan dan keterbelakangan masyarakat. Senang pertikaian,pembunuhan ,kekejaman dan suka mengubur anak perempuan.
Potret sosisl mereka begitu gelap amat frimitive dan jauh dari peradaban pada zaman itulah berlaku tradisi perkawinan mode seks bebas.
Imam Bukhori meriwayatkan dalam sebuah hadist yang diceritakan melalui istri nabi Aisyah r.a ,bahwa pada zaman zahiliyah dikenak 4 cara pernikahan :
1. Gonta-ganti pasangan
2. Model keroyokan
3. Hubungan seks yang dilakukan oleh tuna susila yang memasang bendera / tanda di pintu-pintu rumah 4 model perkawinan sebagaimana berlaku sekarang.
Jika menyimak tiga model pertama dalam perkawinan masyarakat zaman zahiliyah di atas ada kesamaaan budaya dengan perilaku seks bebas,MBA,prostitusi dan hamil diluar nikah yang kian marak di zaman sekarang.Adakah ini pertanda titik balih budaya kontemporer yang bakal kembali ke zaman zahiliyah yang primitive dan gelap seperti dulu. . ?
2.2 Pengertian seks bebas
a.  Secara umum
  Seks bebas adalah sebuah perilaku beresiko yang merupakan sebuah hasil akumulatif dan kombinasi sejumlah faktor yang mampu menerabas norma-norma tersebut kita pelajari sejak kecil dan kita yakin seks bebas itu sebuah hal yang dilarang.
  Seks bebas merupakan perilaku tidak terpuji yang melanggar nilai-nilai spiritual semua ajaran agama mengajarkan nilai dan norma dalam bergaul dan tentunya semua agama tidak setuju adanya seks bebas.Seks bebas tidak menjunjung nilai yang berlaku.
  Seks bebas merupakan tingkah laku yang di dorong oleh hasrat seksual yang ditunjukan dalam bentuk tingkah laku.
b. Seks bebas dalam islam
Seks bebas dalam pengertian islam adalah zina meskipun banyak pengertian seks bebas tersebut apa yang di maksudkan seks bebas tetap merujuk ke istilah zina.
Zina adalah nama bagi hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan tanpa nikah yang sah / bukan karena pernikahan subhat atau nama bagi perbuatan laki-laki yang meelakukan seks dengan perempuan yang menurut naluri manusia wajar tetapi dilarang oleh syara.
Hukuman bagi yang berzina dalam islam adalah 100x dan diasingkan selama satu tahun sedangkan bagi orang yang sudah / pernah menikah harus diranjam sampai mati.
Sabda rosululloh SAW :
“ Perawan dan pemuda yang berzina dijilid 100x “
Zina adalah perbuatan hina yang sangat dilarang oleh agama.
Q.S Al-Israa ayat 32 :
“ Janganlah kamu mendekati zina,sesungguhnya zina itu pekerjaan yang keji dan jalan yang amat jahat “
Dewasa ini kita melihat ada kecenderungan masyarakat bahwa pernikahan tidak di pandang institusi yang sacral atau sebagai fungsi prokreasi tetapi mulai mengarah sebagai fungsi rekreasi belaka.Keadaan ini juga dilihat oleh para siswa khususnya masyarakat barat melalui film-film.Jika pernikahan hanya dianggap sebagai fungsi rekreasi belaka maka untuk apa menikah ?? Apabila tujuan rekreasi mungkin munculnya seks bebas.
2.3 Macam-macam penyempingan
a.  Penyimpangan individual
  Penyalah gunaan narkoba
  Pelacuran
  Penyimpangan seksual (Homoseks, Lesbian, Biseksual, Pedofil, Sodomi, Zina, seks bebas,Transeksual ).
  Tindak kriminal / kejahatan ( Perampokan,pembunuhan,pengrusakan, pemerkosaan dan lain-lain ) Dari sekian banyak bentuk penyimpangan yang paling menarik dan paling disukai bahasanya adalah penyimpangan seks.
b.  Macam-macam Penyimpangan seks
1. Scoptophia : Suka melihat orang lain bersetubuh
2. Voyeuurisme     : Suka ngintip cewe mandi telanjang
3.  Pedophilia : Suka ngeseks dengan anak-anak,tidak berminat dengan orang Dewasa.
4.  Bestially : Suka ngeseks dengan hewan atau binatang peliharaan seperti Ayam, itik, sapi, kambing, anjing dan lain-lain.
5.  Fetishisme          : Suka menyimpan dan mengumpulkan barang-barang perempuan Seperti bra,celana dalam dan lain-lain.
6. Nyamphomania  : Perempuan yang kuat nafsu seksnya tidak puas berhubungan seks dengan satu laki-laki,melakukan seks dengan banyak laki-laki,tapi bukan jablai.
7.  Satiriasis             : Sebaliknya dari nyamphomania.Laki-laki yang kuat melakukan Hubungan seks dengan banyak perempuan.
8.  Nechophilia        : Suka ngeseks dengan mayat.
9.  Incest                 : Suka ngeseks dengan saudara / keluarga sendiri. Seperti adik, kakak ,ibu atau ayah.
10.  Zoophilya : Suka lihat hewan ngeseks.
11.  Molested : Mencari kesempatan untuk bisa ngeseks paksa dengan terlebih Dahulu raba-raba punggung, buah dada. Contohnya dokter,dukun Yang berpura-pura akan memeriksa.
12.  Trollisme : Laki-laki yang sika pacar / istrinya disetubuhi oleh orang lain, Selain itu baru dia yang horny.
13.  Wifeswapping : Suka mengganggu istri orang lain dan ngeseks dengan istri orang Lain temasuk tuker-tukeran istri untuk ngeseks.
14.  Exhibitionisme: Suka memperlihatkan bagian-bagian tubuh sehingga Menimbulkan gairah seks.
15.  Sado-masokisme: Sado :suka memukul objek seksualnya sehingga dapat kepuasan Masokisme : Suka dipukul untuk dapat kepuasan seksual.
16.  Proterrisme : Senang menggosok-gosoksn alat kelamin kepada orang lain di Tengah keramaian.
Faktor-faktor yang mempengaruhi seks bebas diantaranya : 
1. Adanya pertentangan dari lawan jenis
2. Adanya tekanan dari keluarga dan teman
3. Kurangnya pengetahuan remaja tentang seks bebas
4. Kurangnya perhatian dari keluarga khususnya orang tua
5. Tipisnya keimanan
6. Kondisi stres yang dialami oleh remaja
2.4 Seks bebas di kalangan remaja
Saat ini bahasan mengenai seks bebas di kalangan remaja bukanlah hal asing atau aneh,bahkan bahasan seks bebas sudah menjadi makanan sehari-hari di kalangan remaja,mereka sudah tidak sungkan untuk berbicara mengenai seks.
Bahkan diantara mereka sudah banyak yang tidak hanya menjadikan seks bebas sebagai bahasan segari-hari tetapi sudah berani mempraktekannya dengan perbuatan,mereka sudah berani melakukan ‘HAL ITU ‘ tanpa berfikir panjang apalagi bagi mereka yang berpacaran seringkali mereka melakukan ‘ HAL ITU ‘ dengan mengatasnamakan cinta akibatnya banyak kasus kehamilan diluar nikah.
Menurut kasi remaja dan perlindungan Hak Reproduksi BKKBN Jawa Barat,Elma Triyulianti perilaku seks bebas di kalangan remaja memang sangat mungkin terjadi karena usia remaja adalah usia yang paling siap untuk melakukan hubungan seksual.
Lebih dari itu remaja juga menerima banyak rangsangan dari luar yang menstimulus mereka.Akibatnya terjadi pergesran perilaku pacaran di kalangan remaja dulu berpacaran hanya dilakukan berpegangan dan bergandengan tangan.Tetapi sekarang tanpa rabaan,ciuman dan belaian sering disebut bukan pacaran.
Fakta juga menunjukan,remaja semakin berani berpacaran di depan umum.Padahal semua itu mengarah pada perilaku seks bebas,banyak remaja yang melakukan hubungan seks pranikah,Hubungan seks sesama jenis (homo seks),mencari kesenangan seks sendiri (onani) sampai jajan denga para ‘PSK’.
Yang mengejutkan dari hasil survei BKKBN di kab.Majalengka (2003)
Menunjukan dari 347 remaja 51% wanita dan 49% laki-laki mengaku 88% mempunyai kekasih dan 12% tidak,dari jumlah tersebut mereka yang pernah melakukan hubungan seks.64% dengan pacar,21% lain-lain,9% sendiri dan 6% dengan wanita pekerja seks.Bayangkan. . . .” itu hanya di kabupaten Majalengka yang kita bayangkan hanya kota kecil.Lalu bagaimana dengan kota-kota besar lainnya?
Permasalahan tersebut menguatkan bahwa betapa pentingnya penyadaran bahaya seks bebas terhadap remaja.Jika prose situ tidak dilakukan akan ada konflik moral yaitu konflik antara beberapa kecenderungan.
Ada hokum moral yang mereka anggap betul dan baik tapi disisi lain mereka tidak bisa lepas dari hal itu.
Konlik yang umum terjadi dikalangan remaja adalah konflik seks mereka ingin bergaul kerap dengan lawan jenis dan ingin melakukan segala sesuatu sesuai dengan dorongan hatinya,tetapi hal itu bertentangan dengan larangan / pantangan agama dan nilai social.
Pemicu banyaknya perilaku seks bebas di kalangan remaja :
1. Proses pendidikan gagal
2. Sering mlihat pornografi dan porno aksi
3. Lagi nge_trend (pergaulan)
4. CINTA adalah ML
5. Mengikuti budaya barat seperti “ Valintine Days “
6. berpacaran
7. Terjerat dalam dunia abat-obatan
8. Terjerat dalam dunia gank-gank’an

2.5 Dampak dan akibat seks bebas
Ada beberapa dampak yang disebabkan oleh perilaku seks bebas diantaramya :
1. Aborsi
Aborsi adalah tindakan penghentikan kehamilan sebelum janin dapat di luar kandungan (sebelum usia 20 minggu kehamilan ).Bukan semata untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dalam keadaan darurat tapi juga bisa karena sang ibu tidak menghendahi kehamilan itu.
Ada 2 macam aborsi itu,yaitu :
Aborsi spontan dimana aborsi terjadi secara alami tanpa intervensi        tindakan medis dan aborsi yang direncanakan dimana melalui tindakan medis dengan obat-obatan saja (jamu,dan sebagainya) atau tindakan bedah atau tindakan lain yang menyebabkan pendarahan lewat vagina.
Penghentian kehamilan pada usia dimana janin sudah mampu hidup mandiri di luar rahim ibu (lebih dari 21 minggu usia kehamilan) bukan lagi tindakan aborsi tetapi pembunuhan janin atau infantisida.
Aborsi dilakukan karena terjadi kehamilan yang tidak di ingin.Apakah karena kontrasepsi yang gagal,perkosaan,ekonomi,jenis Kelamin atau hamil diluar nikah.
Jika dilihat kebelakang,mengapa banyak remaja yang aborsi,karena melakukan seks bebas.Untuk itu di perlukan pendidikan agama agar moral mereka tinggi dan sadar bahwa free seks tidak sesuai dengan agama dan berbahaya.
2. Kutil Kelamin
Sekitar 60% penderita penyakit kutil kelamin (condyloma acuminata)
Yang datang ke rumah sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandungmasih berusia 16 hingga 25 tahun.Itu artinya 60 dari 100 orang muda adalah penderita penyakit kutil kelamin,kenyataan ini tentu saja sangat mengkhawatirkan mengingat penyakit kelamin tersebut berpotensi untuk menjadi ganas atau kanker
Penyakit kutil kelamin hanya satu diantara deret penyakit kelamin.Penyakit ini menurut kepala bagian ilmu kesehatan kulit dan kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (UNPAD)          Bandung / RSUD Dr.Hasan Sadikin Bandung, Dr.Rachmat dinata Sp.K.K (K.) merupakan salah satu dari penyakit infeksi menular seksual (IMS).
Penyakit ini sering disebut penyakit silent,karena seperti tidak tampak tetapi ada.Tidak mematikan tapi jumlah penderitanya semakin meningkat.Dilihat dari jumlahnya penderita IMS laki-laki lebih banyak dari pada penderita perempuan.
IMS pada laki-laki menunjukan gejala seperti kencing yang teras panas,sakit bahkan bisa juga bernanah.Sedangkan pada perempuan berupa simptom yang kadang terasa kadang tidak.Karena itu seorang PSK yang menderita IMS bis melayani 3-5 orang pemalam
Penyakit IMS terjadi karena hubungan seksual yang tidak aman seperti gonta-ganti pasangan intim.Berhubungan dengan sesama jenis (homo seksual) atau berhubungan seks malalui anus,penyakit ini disebabkan oleh bakteri (sifilis dan  gonorrhea),virus (kutil kelamin,herves,simplek,HIV / AIDS).
Pada pria penyakit ini menyerang bagian glans penis,batang penis,bagian dalam dari preputium,buah zakar dan selangkangan.Pad pria yang telah disunat lebih sering mengenai batang penis dan 10-25% melalui saluran kemih,sedanng pada wanita tampak menyebar cepat ke bibir kemaluan,klitoris,daerah parineal dan perianial,tapi yang paling sering pada penis dan leher rahim.
Hasil survei pada tahun 1995 menunjukan 37% pria menderita urethritis,jumlah ini meningkat menjadi 42% (1998) meningkat lagi menjadi 67% (2008).
3. HIV / AIDS
Aids (Acquired Imuno Deficiency Syndrome) ialah suatu penyakit
Yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) penyakit ini mulai dikenal sejak tahun 1980 yang menimbulkan penurunan imunitas pada seseorang yang sebelumnya memiliki imunitas yang normal.
Darah,cairan vagina,air mani,dan air susu ibu dari orang-orang yang terinfeksi dengan virus HIV dapat menularkan virus tersebutke orang lain.Sebagian besar orang yang tertular virus HIV dengan cara berhubungan seksual dengan seseorang yang telah terinfeksi menggunakan jarum suntik sama-sama dengan orang yang terinfeksi.
Pencegahan aids dapat dilakukan dengan cara menghindari hubungan seksual diluar nikah,pemakaian komdom bagi mereka yang memiliki pasangan HIV positif.
Penderita HIV fositive berbeda dengan penderita AIDS.Penderita HIV fositive ialah seseorang yang telah terinfeksi virus HIV yang dapat menularkan penyakitnya walaupun tampak sehat.
Penderita AIDS ialah seseorang yang menunjukan tanda-tanda dari sekumpulan gejala penyakit yang memerlukan pengobatan setelah sekian lama terinfeksi HIV.Perjalanan waktu sejak seseorang penderita tertular HIV hingga menderita AIDS dapat berlangsung lama sekitar 5-10 tahun.
Gejala pada penyakit AIDS adalah sebagai berikut :
o Gangguan dalan system syaraf yang menyebabkan dalan berfikir,pelupa,marah-marah,sakit kepala dan penurunan libido.
o Demam dan berkeringat malam hari selama berbulan-bulan
o Batuk yang tidak sembuh-sembuh disertai sesak nafas
o Diare berat dan melelahkan
o Bintik-bintik berwarna ke ungu-unguan yang tidak biasa
o Kehilangan berat badan secara berlebihan tanpa alas an yang jelas
o Pembesaran kelenjar secara menyeluruh,di leher,ketiak dan lipatan paha
2.6 Penanggulangan perilaku seks bebas
1. Untuk orang tua
a. Cobalah berempati
Cobalah ‘menjadi’ mereka.Empati seperti itulah saran yang paling
Dianjurkan oleh para ahli dalam menjembatani komunikasi orang tua dan anak dalam menangani perilaku seks bebas di kalangan remaja.Baik dalam memberikan informasi-informsi dini tentang pergaulan,menjaga kesehatan reproduksi.maupun dalan penanganan kasus yang sudah berlanjut.
Hampir semua orang tua mengaku bermasalah dengan anak remajanya yang sedang pubertas semua orang tua juga mengaku ada gap (jarak) pada saat harus membicarakan tentang seks.
Jarak tersebut dapat berupa jomplangnya pengetahuan seks dan reproduksi orang tua di bandingkan dengan anak maupun pendekatan orang tua terhadap anak pada saat akan membicarakan masalah tersebut pasalnya sering kali pengetahuan anak tentang seks lebih jauh dari pada oramg tua.
Hal itu terjadi karena begitu banyak sumber informasi yang diperoleh anak.Melalui internet,tayangan televisi,buku-buku,film dan masih banyak lagi.Informasi itu juga sangat cepat berubah sehingga tidak dapat diikuti oleh orang tua,akibatnya dengan pengetahuan orang tua yang terbatas anak-anak pada umumnya melesat sendirian.Padahal,secara psikologis dorongan seksual usia remaja juga sangat tinggi.Akibatnya manakala ada dorongan dari teman-temannya untuk melakukan perilaku seks yang tidak semestinya,remaja itupun akhirnya bereksperimen (coba-coba).
Jika anak sudah berperilaku di luar batas kewajaran ataupun masih dalam mencari tahu apa itu perilaku seksual.jalan terbaik bagi para orang tua adalah mencoba menjadi mereka,menyelami apa yang di rasakan mereka.
Caranya,cobalah bergaul dengan teman-temannya,kenali lingkungannya,dekatilah dengan guru dan sekolah tempat anak tersebut bersekolah sehingga orang tua tahu dan memahami apa yang sedang terjadi pada anak.Kendati demikian tidak semestinya orang tua seakan-akan menjadi mata-mata bagi seluruh kegiatan anaknya.Jika hal itu terjadi orang tua akan berlaku over protective.
Padahal cara-cara yang mengarah pada otoritas sangat tidak disukai remaja karena otoritas merupakan sumber dari kekuasaan.Jika hal itu diterapkan remaja akan merasa sebagai ’Yang dikuasai’.
Seorang remaja akan sangat terbuka bila mereka diperlakukan sebagai teman atau sahabat.Langkah ini memang tidak mudah.
Syarat utama orang tua harus dekat dengan anak.. “ Bila kedekatan sudah terbentuk berbicara apapun akan mudah anak dan orang tua akan saling berbagi dalam segala hal.
Semua orang tua pasti akan sedih dan kecewa manakala mendapatkan anaknya terlanjur masuk pada pergaulan bebas.Jika itu terjadi,Jangan pernah ‘mendakwa’ mereka akan tetapi terimlah mereka apa adanya.Lalu berintrofeksilah,Apa akar masalah yang menyebabkan remaja melakukan hal itu ?? Orang tua jangan merasa benar sendiri,gois,toh anak remajanya menyimpang pasti ada apa-apanya
b.   Memberikan pendidikan agama sejak dini
c.   Memberikan perhatian dan pengertian terhadap anak remaja
d.   Menjadi teman yang baik terhadap ank remaja
2. Untuk ‘Remaja’
a. Mengikuti kegiatan-kegiatan positif (pengajian,organisasi sekolah / sosial)
b. Memilih teman dan lingkungan pergaulan
c. Hindari ikut-ikutan pada gank-gank an
d. Hindari nongkrong-nongkrong yang tidak jelas
e. Hindari nonton film-film porno
f. Berfikir panjang

BAB 3
PENUTUP

3.1     Kesimpulan
Dilihat dari literature sejarah perilaku seks bebas sudah pernah menjadi tradisi masyarakat zaman zahiliyah dulu,zaman dimana kondisi masyarakat Arab pra islam yang sangat tenggelam dalam kebodohan dan keterbelakangan masyarakat.Pada zaman itulah berlaku tradisi perkawinan model seks bebas.
Secara umum pengertian seks bebas adalah sebuah perilaku beresiko yang merupakan sebuah hasil akumulatif dari kombinasi.Sejumlah faktor yang mampu menerobos norma-norma,melanggar nilai-nilai spiritual semua ajaran agama,serta tidak menjunjung nilai yang berlaku di masyarakat.
Seks bebas di kalangan remaja bukanlah hal asing atau aneh bahkan bahasan seks bebas sudah menjadi makanan sehari-hari di kalangan remaja.Pemicu banyaknya perilaku seks bebas di kalangan remaja diantaranya : Proses pendidikan gagal,sering melihat pornografi dan pornoakasi,lagi nge_trend (pergaulan).
Cinta adalah ML,mengikuti budaya barat berpacaran,terjerat dalam obat-obatan dan lain-lain.
Perilaku seks bebas itu sendiri mempunyai dampak dan akibat diantaranya adalah aborsi,kutil kelamin,penyakit HIV /AIDS.Dan untuk menaggulangi banyaknya perilaku seks bebas pihak orang tua harus lebih.
Berempati terhadap anak memberikan pendidikan agama sejak dini,lebih perhatian dan pengertian terhadap anak remaja.
Dan untuk kita sebagai remaja,sebagai penerus generasi yang akan datang hindari seks bebas dengan cara mengukuti kegiatan-kegiatan positif (pengajian,organisasi sekolah / sosial) pandai-pandai memilih teman dan lingkungan pergaulan,hindari nonton film-flm porno.
3.2     Saran
Dalam makalah ini,diharapkan pembaca tidak puas sehingga pembaca masih terus menggali atau mencari referensi dari sumber-sumber lain.
Jika dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan,harap dimaklumi karena penyusun masih dalam tahap belajar.
Kritik dan saran akan kami terima,drmi perbaikan kualitas makalah ini.

Wednesday, 1 August 2012

MAKALAH


MANFAAT SOSOR BEBEK
BAGI KESEHATAN  
Disusun Untuk Melengkapi Tugas Akhir Sekolah
Bahasa Indonesia
 








Disusun Oleh ;
1.      SAMPURNO
2.      NOVI INDAH PRATIWI
Kelas : IX-A

NAMA SEKOLAH
TAHUN PELAJARAN 2010 / 2011
Halaman Pengesahan

Karya tulis ini dibuat untuk memenuhi persyaratan tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia periode 2010 / 2011 dan telah mendapat pengesahan pada tanggal ……………….2011.


Disetujui Oleh :

                    Guru Pembimbing I                          Guru Pembimbing II


           ………………………………..           ……………………………….
            NIP : …………………                          NIP : ……………………..

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Pengasih, karena berkat rahmat, taufik serta hidayah – Nya kepada kita semua sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu.
Adapun tujuan penulisan karya tulis ini diharapkan bisa memperluas atau menambah pengetahuan tentang “Manfaat Sosor Bebek Bagi Kesehatan”.
Saya selaku penyusun mengucapkan terima kasih kepada …………………………..selaku pendamping kami, atas bimbingan dan nasehatnya dalam menyelesaikan karya tulis ini dengan baik dan benar.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kejanggalan dalam penyusunan karya tulis ini. Oleh sebab itu kritik dan saran yang bias membangun dari Bapak / Ibu guru atau dari semua pihak sangat penulis harapkan demi kesempurnaan karya tulis ini berikutnya.
Akhirnya semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi semua siswa – siswi …………………….. Lamongan khususnya dan bagi semua masyarakat pada umumnya.

Mantup.……………2011

Penulis

Daftar Isi

Halaman Judul ..........................................................................................       i
Halaman Pengesahan..............................................................................      ii
Kata Pengantar.........................................................................................      iii
Daftar Isi ....................................................................................................      iv
BAB I Pendahuluan ..................................................................................      1
1.1       Latar Belakang .......................................................................      1
1.2       Tujuan Pembahasan...............................................................     1
1.3       Batasan Masalah ...................................................................      1
1.4       Rumusan Masalah..................................................................      1
BAB II Pembahasan ................................................................................      2
2.1       Sosor Bebek ..........................................................................      2
2.2       Kandungan Sosor Bebek .....................................................      2
2.3       Manfaat Sosor Bebek............................................................      3
2.4       Cara Meramu .........................................................................      3
2.4.1       Disentri ........................................................................      3
2.4.2       Luka..............................................................................      3
2.4.3       Perut Mulas..................................................................      3
2.4.4       Menurunkan Demam..................................................      4
2.4.5       Bisul / Memar..............................................................      4
2.4.6       Radang Telingga Luar................................................     4
2.4.7       Radang Amandel .......................................................      4
BAB III Penutup ........................................................................................      5
3.1       Kesimpulan .............................................................................      5
3.2       Saran .......................................................................................      5
Daftar Pustaka .........................................................................................      6
Kerangka Karangan ................................................................................      7

BAB I
Pendahuluan

1.1       Latar Belakang
Dalam hal ini penulis memilih judul Sosor Bebek bagi kesehatan karena banyak masyarakat yang tidak mengetahui manfaat sosor bebek kebanyakan masyarakat biasanya hanya menanamnya sebagai bunga hias padahal tanaman sosor bebek banyak manfaatnya untuk obat tradisional yang efektif.
1.2       Tujuan Pembahasan
Maka ia dimaksudkan untuk membahas betapa pentingnya tanaman sosor bebek bagi kesehatan walaupun tanaman sosor bebek sangat sederhana tetapi memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi kita semua.
1.3       Batasan Masalah
Karena adanya keterbatasan waktu dan tenaga sehingga diperlukan adanya batasan – batasan dalam penulisannya, serta untuk memudahkan para pembaca memahami apa yang telah dijelaskan oleh penulis.
1.4       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas masalah yang akan dalam maka ini adalah sebagai berikut.

BAB II
Pembahasan

2.1       Pengertian Sosor Bebek
Tanaman ini termasuk Familia Crassulaceae. Tumbuhan mulai ketinggian 100 – 800. dapat diperkembangbiakan melalui daun. Berbunga pada bulan April – Agustus.
Deskripsi :  tegak tinggi 30 – 125 cm : batang bulat, persegi, bergerigi, berlekatan dengan tangkai, daun hijau, daun majemuk, lonjong atau lanset terbagi 3, panjang 5 – 10 cm, lebar 2 – 3 cm, tebal permukaan halus, hijau tepi,merah, bunga majemuk, di ujung batang kelopak bentuk tabung, benang cari merah 5, putik satu, warna kuning, buah bumbung, bulat runcing, 5 helei kuning, buah bombing, bulat telau, panjang 3 -8 mm, hijau : biji bulat, kecil, jumlah banyak halus, coklat, akar serabut, putih kotor.

2.2       Kandungan Kimia
Kandungan kimia yang ada pada tumbuhan sosor bebek adalah soponin, flavonoid, poliffenol, asam lemon, asam apel, vitamin C, quercetin 3 diarabinoside, kaemferol 3 glukoside, tennindan bryo phylin.


2.3       Manfaat Sosor Bebek
Sebenarnya manfaat sosor bebek ada banyak sekali namun karena adanya keterbatasan waktu penulis hanya menyusun karya tulis ini hanya untuk kesehatan saja.
2.4       Ramuan Sosor Bebek
2.4.1       Disentri
Cara meramu tanaman sosor bebek disentri adalah giling daun sosor bebek sampai halus, bubuhkan diperut sebagai tapal, lalau dibalut dan ganti 2 kali.
2.4.2       Luka
Cara meramu tanaman sosor bebek untuk luka adalah daun sosor bebek secukupnya diparut / ditumbuk, tambahkan sedikit air dan balurkan pada bagian tubuh yang mengalami luka.
2.4.3       Perut Mulas
Cara meramu tanaman sosor bebek untuk perut mulas adalah beberapa helai daun dadap serap di tumbuk dengan beberapa lembar daun sosok bebek beri sedikit air kemudian balurkan ramuan tersebut pada perut.
2.4.4       Menurunkan Demam
Cara meramu tanaman sosor bebek untuk menurunkan demam menurunkan demam adalah lumatkan daun sosor bebek, lalu balurkan pada dahi gunakan 2 kali sehari.

2.4.5       Bisul / Memar
Cara meramu tanaman sosor bebek untuk bisul / memar adalah hancurkan 30 – 60 gram daun sosor bebek kemudian pepes tambahkan madu dan diminum sisa daun dutempatkan pada bagian yang sakit.
2.4.6       Radang Telinga Luar
Cara meramu tanaman sosor bebek untuk radang telinga luar adalah lumatkan 5 – 10 sosor bebek peras airnya gunakan sebagai obat sakit telingga.
2.4.7       Radang Amandel
Cara meramu tanaman sosor bebek untuk radang amandel adalah lumatkan 5 – 10 sosor bebek ambil airnya gunakan sebagai obat kumur.

BAB III
Penutup
3.1       Kesimpulan
Dari hasil penjelasan di atas dapat kita sampaikan bahwa sosor bebek mempunyai banyak manfaat dan kegunaan. Sosor bebek tidak hanya sebagai tumbuhan biasa yang ada di lingkungan sekitart kita. Anmun dizaman sekarang ini sudah modern dan semua orang sudah canggih dalam meramu obat – obatan, maka dari itu orang – orang banyak memakai obat – obatan yang instant dan meninggalkan obat – obatan tradisional. Padahal jika dibandingkan dengan obat – obatan kimia jauh lebih baik obat – obatan alami karena tidak mengandung bahan kimia.
3.2       Saran
Kalau seandainya kita sakit seperti di atas boleh kita memanfaatkan sosor bebek karena alami dan tanpa bahan pengawet.

Daftar Pustaka

*      Nala, Abu. 2003. Manfaat Apotik Hidup. Temanggung Jawa Tengah : Yayasan Bina Karya.

Kerangka Karangan

BAB I Pendahuluan
1.1       Latar Belakang
1.2       Tujuan Pembahasan
1.3       Batasan Masalah
1.4       Rumusan Masalah
BAB II Pembahasan
2.1       Sosor Bebek
2.2       Kandungan Sosor Bebek
2.3       Manfaat Sosor Bebek
2.4       Cara Meramu
2.4.1       Disentri
2.4.2       Luka
2.4.3       Perut Mulas
2.4.4       Menurunkan Demam
2.4.5       Bisul / Memar
2.4.6       Radang Telingga Luar
2.4.7       Radang Amandel
BAB III Penutup
3.1       Kesimpulan
3.2       Saran